26 September 2018

Band Bomerang dan Greenpeace

Aktivis Greenpeace dari 7 negara menduduki kapal dan tangki minyak milik PT Multi Nabati Sulawesi (MNS), Bitung, Sulawesi Utara, Selasa (25/9/2018). Lewat aksi itu, mereka mendesak Wilmar Internasional, pedagang minyak sawit terbesar di dunia, untuk menghentikan suplai kelapa sawit yang bersumber dari perusak hutan. Sebab, berdasar investigasi Greenpeace Internasional, sebanyak 25 produsen minyak sawit telah menggunduli 130.000 hektar hutan, sejak 2015.

PT MNS dipilih sebagai titik aksi karena menjadi salah satu fasilitas kilang minyak sawit milik Wilmar. Investigasi Greenpeace Internasional menemukan, terdapat 3 kelompok produsen yang memasok kelapa sawit ke PT MNS, pada tahun 2017.

Di lokasi itu, sejak pagi hari, aktivis Greenpeace menyusuri laut dengan menggunakan perahu karet untuk menjangkau kapal dan kilang minyak. Setelah itu mereka membentangkan spanduk bertuliskan Drop Dirty Palm Oil Now, serta membuat coretan dengan simbol tanda silang di tangki minyak milik PT MNS. Mereka juga bergelantungan dibadan kapal, menuliskan Stop Deforestation Now dan membentangkan spanduk “Hentikan Minyak Sawit Kotor”.

selengkapnya baca disini

YKAN

Penulis

YKAN

Informasi Terkait

Pengembangan Kepariwisataan Berkelanjutan
TNC Teliti Calon Ibu Kota Baru

02 September 2019

TNC Teliti Calon Ibu Kota Baru

Pertemuan Menteri Lingkungan Hidup G-20