07 September 2018

Kesinambungan Konservasi Alam

Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Selasa, 28 Agustus 2018. Indonesia memiliki potensi kawasan konservasi seluas 27,14 juta hektar, yang harus dijaga dan dipelihara keberadaannya, agar dapat bermanfaat bagi generasi saat ini maupun generasi mendatang. Melalui peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) yang ditetapkan setiap tanggal 10 Agustus, merupakan upaya untuk menjaga kesinambungan kegiatan konservasi alam, dan menggaungkannya kepada khalayak ramai, agar mencintai alam, memelihara dan menjaga alam, menjadi sikap hidup dan budaya bangsa.
 
Hal ini kiranya menjadi pesan penting yang disampaikan oleh Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Wiratno, saat membuka Jambore Nasional dan Pameran Konservasi Alam di Taman Wisata Alam (TWA) Batu Putih, Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara (28/08/2018).
 
Dengan mengusung tema "Harmonisasi Alam dan Budaya", KLHK bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Pemerintah Kota Bitung, tengah melaksanakan serangkaian kegiatan peringatan HKAN 2018, yang akan berlangsung dari tanggal 28-31 Agustus 2018.
 
Mengawali rangkaian kegiatan peringatan HKAN, Jambore dan pameran ini, menurut Wiratno, sebagai ajang berbagi ilmu dan pengalaman, serta pendalaman makna peringatan HKAN, sehingga menjadi tambahan spirit dan bekal dalam melakukan upaya konservasi alam. Wiratno juga menuturkan, saat ini upaya konservasi alam masih menghadapi banyak tantangan. 
 
"Tantangan itu antara lain yaitu berkurangnya tutupan vegetasi alami di kawasan konservasi terrestrial seluas 10% karena penggunaan lain, usulan wilayah adat di kawasan konservasi seluas 1,6 juta hektar, dimana 1,3 juta hektar berada di taman-taman nasional, kerusakan terumbu karang, serta meningkatnya konflik manusia-satwa liar, perburuan dan perdagangan satwa, terutama gajah, harimau sumatera, orang-utan, berbagai jenis burung", jelasnya. 
 
Wiratno juga menyadari komitmen pemerintah berkomitmen dalam menjaga kawasan konservasi, bukanlah pekerjaan yang mudah, karena mensyaratkan leadership yang kuat dan konsisten, menyeimbangkan antara kepentingan pembangunan dan konservasi, dan membangun kesadaran kolektif sebagai dasar kerja-kerja kolektif multipihak dan lintas generasi.
 
 
YKAN

Penulis

YKAN

Informasi Terkait

Pengembangan Kepariwisataan Berkelanjutan
TNC Teliti Calon Ibu Kota Baru

02 September 2019

TNC Teliti Calon Ibu Kota Baru

Pertemuan Menteri Lingkungan Hidup G-20