Yayasan Konservasi Alam Nusantara

24 October 2018

Kewajiban Pengusaha Kaltim

Kesadaran pengusaha kelapa sawit di Bumi Etam sudah cukup baik. Setidaknya ini dapat dilihat dari kewajiban mereka dalam menyediakan kebun plasma untuk masyarakat. Dari total luasan kebun kelapa sawit yang mencapai 1,18 juta hektare, 319 hektare di antaranya atau sebesar 21,30 persen berupa kebun plasma.

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kaltim Muhammad Sjahdjafar mengatakan, dalam Permentan Nomor 98 Tahun 2013, diatur bahwa kebun plasma yang dikelola masyarakat harus 20 persen dari total lahan. Hal itu mutlak dan semua pengusaha kelapa sawit wajib memberikan 20 persen lahannya untuk dikelola masyarakat.

“Ini menandakan Kaltim sudah cukup baik dalam mengelola kebun kelapa sawit. Saat ini, kebanyakan perusahaan sudah melakukannya. Karena kita melihat rata-ratanya. Walaupun kita tidak memungkiri masih ada pengusaha kelapa sawit yang nakal,” katanya Senin (22/10).

Dia menjelaskan, jika melihat rata-rata, semua perusahaan sudah memenuhi syarat tersebut agar tidak merugikan masyarakat. Memiliki kebun plasma merupakan standar pembangunan kebun kelapa sawit yang berkelanjutan, dengan mengikuti ketentuan peraturan dan perundang-undangan di Indonesia. Karena, perusahaan perkebunan wajib memerhatikan faktor sosial, ekonomi dan lingkungan, di mana salah satunya membangun perekonomian dan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar.

Selengkapnya baca disini

YKAN

Penulis

YKAN

Informasi Terkait

Populasi Margasatwa Berkurang
Penyelamatan Badak

09 November 2018

Penyelamatan Badak

Komitmen OOC 2018

08 November 2018

Komitmen OOC 2018