25 July 2018

Pelatihan Penanganan Konflik Orang Utan

tnc_82727580_preview_cropped

Orang utan adalah satu-satunya kera besar Asia dan hanya dapat ditemukan di Pulau Kalimantan dan Sumatra. Namun populasi orang utan kian berkurang akibat alih fungsi hutan melalui pembukaan lahan besar - besaran untuk pertambangan, perkebunan dan kebakaran hutan, juga karena maraknya perburuan liar.  Hal ini mengakibatkan terjadinya konflik antara orang utan dan manusia akibat hilangnya habitat orang utan sehingga mereka terdesak untuk mendekati bahkan masuk ke pemukiman penduduk.

Konflik manusia-orang utan (KMO) adalah segala interaksi antara manusia dan orang utan yang mengakibatkan pengaruh negatif pada kondisi sosial, ekologi, ekonomi atau budaya di kedua belah pihak. Berkaitan dengan hal ini, diadakan pelatihan untuk memberi pemahaman terhadap perusahaan dan warga jika bertemu dengan orang utan liar yang berlangsung selama 2 hari pada tanggal 30 – 31 Mei di Hotel Midtown di Samarinda, Kalimantan Timur. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan setiap peserta dapat mempunyai pemahaman secara keseluruhan dan menerapkannya dalam perusahaan maupun komunitasnya masing – masing terutama dalam aspek pengelolaan kawasan konservasi orang utan dan satwa liar yang dilindungi. Kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama antara Forum Kawasan Ekosistem Esensial Wehea Kelay dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Timur, Balai Penelitian Teknologi Konservasi Sumber Daya Alam dan TNC Indonesia.

YKAN

Penulis

YKAN

Informasi Terkait

Pertemuan Menteri Lingkungan Hidup G-20
MEMERANGI PERBURUAN SATWA ILEGAL
Mengenal Penyu Lebih Jauh

04 January 2019

Mengenal Penyu Lebih Jauh