Yayasan Konservasi Alam Nusantara

02 November 2018

Perilaku Kawin Badak Jawa

Mamat Rahmat bergegas memaparkan presentasinya. Ada informasi penting yang ingin disampaikannya pada ratusan peserta seminar nasional badak, di Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Gadjah Mada (UGM), Sabtu, 20 Oktober 2018.

“Ini rekaman pertama di dunia mengenai perilaku kawin badak jawa di alam liar. Bahkan, badaknya seperti sadar kamera,” ungkap Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) itu.

Sejak 1967, populasi badak di Ujung Kulon memang dihitung menggunakan metode jejak atau tapak kaki. Namun, pada 2010 metode itu diperbarui dengan menggunakan kamera jebak untuk mendapatkan data lebih valid.

Hasilnya, pada 2011, Balai TNUK berhasil mengidentifikasi 35 individu badak, terdiri 22 jantan dan 13 betina. Sebanyak 5 individu merupakan anakan. Masing-masing individu kemudian dibedakan berdasar morfologinya. Misalnya, perbedaan bentuk telinga, cula, lipatan kulit, hingga cacat fisik. Selanjutnya, seluruh badak yang teridentifikasi diberi nama.

Dalam perkembangannya, dari kamera inilah terekam perilaku unik badak yang sebelumnya tidak diketahui. “Ada yang sensitif kamera dan langsung menggigit. Ada juga yang tengak tengok atau mondar-mandir.”

Salah satu kamera merekam perilaku Rawing yang tengah birahi, namun belum punya pasangan. “Akhirnya dia “masturbasi”. Jadi ternyata badak jawa seperti itu. Hal luar biasa ini harus jadi kajian,” ujarnya.

 

selengkapnya baca disini

YKAN

Penulis

YKAN

Informasi Terkait

Populasi Margasatwa Berkurang
Penyelamatan Badak

09 November 2018

Penyelamatan Badak

Komitmen OOC 2018

08 November 2018

Komitmen OOC 2018