Yayasan Konservasi Alam Nusantara

07 November 2018

Program KEE Wehea-Kelay

Keberhasilan program Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) di bentang alam Wehea-Kelay, membuat Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur makin memperluas wilayah konservasi di tempat lain.

KEE Wehea-Kelay yang berada di luar kawasan suaka alam, menjadi contoh dalam menjaga sekaligus mengelola habitat orangutan secara partisipatif. Artinya, masyarakat maupun para pemilik izin konsesi perkebunan kelapa sawit memiliki tanggung jawab dalam menjaga habitat orangutan yang notabene 80 persen berada di luar suaka alam.

“Para pihak sudah menyadari manfaat konservasi alam yang bisa sejalan tanpa harus mengorbankan kepentingan ekonomi,” ujar Manajer Senior The Nature Conservancy Indonesia untuk Kalimantan Timur Niel Makinuddin kepada Berau Post melalui telepon seluler, kemarin.

Namun, keberhasilan tersebut belum mencapai kata ideal. Sebab, baru 89 persen luasan KEE yang baru bisa dipenuhi dari 532.143 Hektare. 

Sebab, masih ada pemegang konsensi perkebunan kelapa sawit, hutan alam dan hutan tanaman industri yang berada di dalam delineasi KEE Wehea-Kelay, namun belum bergabung di dalam keanggotaan forum.

Meski demikian, menurutnya pencapaian forum KEE Wehea-Kelay sudah melebihi ekspektasi. “Saat ini kita sudah punya garis besar ilmiah yang cukup kuat tentang potensi KEE untuk menyusun rencana dan strategi baru yang bisa menyejahterakan semua pihak,” terangnya.

Selain luasan wilayah konservasi, hal lain yang belum tuntas ialah terkait petunjuk teknis. Sebab, hingga saat ini, belum dibuat Peraturan Menteri (Permen) tentang KEE.

Meski belum ada peraturannya, KEE di Wehea-Kelay sudah ada rujukan legalitasnya yaitu Peraturan Direktur Jendral Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem tahun 2016 tentang Koridor Hidupan Liar dan Petunjuk Teknis Penentuan Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi.

Niel menambahkan dengan berjalannya kegiatan KEE  Wehea-Kelay, merupakan itikad baik dari seluruh stakeholder terhadap keberlangsungan habitat orangutan. “Kawasan ini sangat strategis, alam bisa dilindungi, masyarakat dapat merasakan dampak positif dari ekowisata,” tandas Niel. (rio2)

sumber : http://berau.prokal.co/read/news/57856-dorong-peningkatan-wilayah-konservasi.html

YKAN

Penulis

YKAN

Informasi Terkait

Populasi Margasatwa Berkurang
Penyelamatan Badak

09 November 2018

Penyelamatan Badak

Komitmen OOC 2018

08 November 2018

Komitmen OOC 2018