a
@a
b
@aa

ALIANSI SIGAP

Indonesia merupakan salah satu negara dengan keanekaragaman hayati terkaya di dunia. Selama ini, upaya konservasi yang telah dilakukan banyak menghadapi tantangan-tantangan. Kegiatan manusia yang tidak bertanggung jawab mengakibatkan kerusakan habitat dan resiko terhadap kepunahan spesies.  Ancaman terbesar terhadap konservasi lingkungan dan pembangunan berkelanjutan adalah: 

  1. Kurangnya pemahaman tentang bagaimana alam berkontribusi terhadap manfaat sosial, ekonomi dan ekologi serta dampak perubahan iklim yang disebabkan manusia,
  2. Tata kelola dalam pengelolaan sumber daya alam. 

Aliansi SIGAP bertujuan untuk memajukan keberlanjutan yang memberikan dampak sosial, ekonomi, dan ekologis melalui kemitraan multipihak. Misi utamanya adalah untuk mendukung pencapaian komitmen Indonesia kepada United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC), tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDG), serta Rencana Pembangunan Jangka Panjang dan Menengah Nasional. Aliansi SIGAP mengkombinasikan pendekatan ilmiah dan masyarakat, mengambil langkah-langkah untuk mengurangi resiko, melaksanakan evaluasi terhadap rencana aksi, memastikan replikabilitas, dan mengarusutamakan kemitraan sebagai inisiatif pembangunan berkelanjutan.

SIGAP telah diperkenalkan ke 241 desa di Kalimantan Timur, Sulawesi Tenggara, NTT, Papua Barat yang saling terhubung melalui aplikasi SIGAP. 1700 smartphone telah didistribusikan ke sekitar 1632 partisipan di 153 desa yang telah mendapatkan pelatihan SIGAP. SIGAP juga telah diadopsi oleh pemerintah Kalimantan Timur dan pemerintah Kabupaten Berau melalui implementasi program daerah yang disebut program “PEJUANG SIGAP”. Dukungan teknis juga tersedia untuk pemerintah Kalimantan Timur dengan 3 regulasi yaitu Estate Corps yang berkelanjutan, Rencana Induk untuk perubahan iklim, dan SIGAP sebagai pendekatan perencanaan desa.

no-image-yet