02 January 2019

Aplikasi Pengelolaan Ikan Tangkap

Capture_1

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengembangkan sistem elektonik berbasis pendaratan ikan (e-BRPL) guna mendukung implementasi program dan kegiatan pembangunan perikanan tangkap. Hasil analisis data sistem e-BRPL digunakan untuk mengetahui status stok dan merumuskan langkah-langkah pengelolaannya.

Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) KKP, Sjarief Widjaja menilai, tersedianya data dan informasi memegang peranan penting dalam pengembangan dan pengelolaan sumber daya ikan demersal di Wilayah Pengelolaan Perikanan RI.

"Tujuan pengelolaan sumber daya perikanan di suatu perairan penting untuk diketahui, tidak hanya perkembangan perikanannya tetapi juga ketersediaan stok dan informasi lain yang berkaitan dengan karaktertistik populasi sumberdaya ikan, upaya pemanfaatan dan keberlanjutan sistem usaha serta pengelolaan sumber daya ikan yang tersedia," paparnya dalam acara Workshop Analisis Data Perikanan Kakap dan Kerapu di Wilayah Pengelolaan Perikanan RI di IPB Convention Center, Bogor (3/12).

Sjarief mengatakan, pengembangan sistem e-BRPL bertujuan untuk mengelola perikanan yang berkelanjutan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia (WPP RI), yang dapat digunakan oleh seluruh peneliti maupun enumerator yang berada di lingkungan BRPL.

"Aplikasi e-BRPL memiliki peran penting untuk mengintegrasikan data-data dari peneliti, NGOs, industri dan asosiasi perikanan tangkap untuk kemudian dapat diolah dan dianalisis lebih lanjut sesuai dengan standar kajian stok sumber daya ikan. Hasil analisis data selanjutnya dipergunakan untuk mengetahui status stok dan merumuskan langkah-langkah pengelolaannya,” terang Sjarief.

Kepala Balai Riset Perikanan Laut, Fayakun Satria menjelaskan, pengembangan sistem data base e-BRPL merupakan upaya pemerintah mewujudkan pendataan yang terstandar dan tertelusur. e-BRPL sistem pun mampu meningkatkan akurasi, kualitas dan kuantitas data serta memudahkan proses verifikasi, supervisi, monitoring, penyimpanan dan analisis data dengan baik.

Saat ini sistem e-BRPL telah beroperasi untuk kalangan internal peneliti BRPL. Formulir pendataan telah diperbarui, yaitu form data hasil tangkapan yang meliputi jumlah, jenis, dan panjang ikan yang didaratkan, dan form data sampingan selama memancing yang mencakup informasi operasional (jumlah bahan bakar dan es yang digunakan), serta informasi tangkapan biota non-target.

"Kelompok peneliti dan enumerator bertugas mencatat data di lapangan, kemudian melengkapi form-form data tersebut dan mengunggahnya kedalam sistem e-BRPL. Saat ini, kami juga terus mengembangkan e-BRPL sehingga dapat menghasilkan laporan analisis data secara mandiri,” ungkapnya.

Mengingat banyaknya organisasi non-pemerintah yang telah melakukan pendataan hasil tangkapan, baik untuk jenis ikan kakap-kerapu laut dalam maupun jenis ikan lainnya, data-data yang dimiliki tersebut diharapkan segera diunggah kedalam e-BRPL agar dapat dimanfaatkan untuk kebijakan pengelolaan perikanan.

Sementara, The Nature Conservancy (TNC) merupakan organisasi sosial lingkungan US juga menyampaikan dukungannya terhadap BRPL dengan melakukan transfer data hasil tangkapan kakap-kerapu laut dalam yang telah dikumpulkan sejak akhir tahun 2015.

Direktur Program Perikanan TNC Indonesia Peter Mous, menyebut TNC bekerja sama dengan lebih dari 250 nelayan dengan berbagai jenis ukuran kapal dan alat tangkap yang beroperasi di 11 WPP di Indonesia. Saat ini TNC memiliki data lengkap terkait perikanan kakap-kerapu laut dalam, meliputi jumlah kapal, daerah tangkapan ikan, jenis, jumlah, dan panjang ikan yang didaratkan oleh nelayan mitra.

"Data tersebut diharapkan dapat digunakan bagi keperluan pengambilan keputusan pengelolaan perikanan kakap dan kerapu di seluruh wilayah perairan Indonesia,” katanya.

Ia pun melihat sistem e-BRPL sebagai sistem berbasis database elektronik diharapkan mampu meningkatkan akurasi dan kualitas data perikanan serta memudahkan penyimpanan data untuk periode waktu yang lama. Dengan adanya fitur penyimpanan data, diharapkan penelitian yang mengandalkan data perikanan dengan tren waktu tertentu dapat dilakukan dengan mudah.

 

Sumber : Berita Satu

YKAN

Penulis

YKAN

Informasi Terkait

Kompetisi Video Animasi

20 August 2019

Kompetisi Video Animasi

Chevron dan YKAN Luncurkan PPPT di Riau
Restorasi Pesisir

27 June 2019

Restorasi Pesisir