Yayasan Konservasi Alam Nusantara

10 September 2018

Puyo Silky Desserts

MEMPERINGATI HARI BUMI

Enam dari tujuh penyu dunia ditemukan di Indonesia, sebagian tengah terancam kelestariannya.

Jakarta, 25 April 2017. Dalam rangka memperingati Hari Bumi, Puyo Silky Desserts hari ini (25/4) meluncurkan kampanye Puyo Peduli yang akan ditujukan bagi upaya pelestarian alam di Indonesia. Kampanye corporate social responsibility (CSR) pertama yang dilakukan oleh produk kudapan favorit kalangan muda ini secara spesifik akan ditujukan bagi perlindungan habitat penyu. Melalui program  #PuyoPeduliPenyu, Puyo Silky Desserts mengajak masyarakat untuk mengetahui lebih lanjut tentang penyu dan peduli terhadap kelestariannya.

“Penanggulangan masalah lingkungan membutuhkan bantuan kita semua.  #PuyoPeduliPenyu adalah bentuk tanggung jawab kami terhadap Bumi yang kita tempati,” ungkap Adrian Agus, Co-founder dan CEO Puyo Silky Desserts. “Kedepannya, kami ingin meneruskan kampanye #PuyoPeduli untuk mendukung kegiatan sosial dan lingkungan untuk Indonesia yang lebih baik,” tambah Adrian.

Mengapa #PuyoPeduliPenyu? Tidak banyak yang mengetahui bahwa dari tujuh spesies penyu dunia, enam diantaranya dapat ditemukan di Indonesia. Sebagian tengah terancam kelestariannya. Penyu sisik, misalnya, saat ini menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN) kondisinya kritis (critically endangered). Menurut lembaga yang sama, penyu hijau dalam keadaan genting (endangered), sementara penyu tempayan dalam kondisi rentan (vulnerable).

“Penyu terancam punah akibat ulah manusia. Di Indonesia, tindakan seperti pengambilan telur dan perburuan penyu untuk diambil daging dan karapasnya (cangkang) menjadi salah satu ancaman utama,” kata Sutra Anjani, ahli kelautan dari The Nature Conservancy (TNC) Indonesia. “Selain itu, upaya konservasi yang tidak tepat juga menambah tekanan terhadap keberlanjutan satwa yang hanya memiliki survival rate rendah ini. Dari setiap 1000 telur penyu, kira-kira hanya 1 yang dapat tumbuh hingga dewasa untuk bereproduksi kembali,” tambahnya lagi.

Padahal, penyu memiliki banyak manfaat bagi ekosistem laut. Selain menjadi predator puncak untuk beberapa jenis biota laut seperti kerang-kerangan dan invertebrata, jenis-jenis penyu tertentu juga mengontrol populasi ubur-ubur yang menjadi predator larva ikan dan ikan-ikan kecil. Penyu juga menjaga kesehatan ekosistem padang lamun dan terumbu karang. Tidak heran jika di daerah tujuan wisata yang terkenal dengan keindahan terumbu karangnya seperti Kepulauan Wakatobi dan Derawan kita dapat dengan mudah menemukan penyu.

Kampanye #PuyoPeduliPenyu akan diselenggarakan mulai tanggal 27 April – 27 Mei 2017. Khusus untuk kegiatan ini, Puyo Silky Desserts sebagai salah satu produsen makanan yang inovatif mengeluarkan varian terbarunya, Puyo Silky Melon. “Dari setiap penjualan varian Puyo Silky Melon, kami akan mendonasikan 5 ribu rupiah untuk program #PuyoPeduliPenyu.

Selain itu, Puyo Silky Desserts juga menjual merchandise khusus yaitu sticker unik dengan desain dan informasi penting mengenai penyu, di mana hasil keuntangan dari penjualannya juga didonasikan. Setelah satu bulan, semua dana terkumpul akan kami berikan ke Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) sebagai mitra TNC Indonesia untuk membantu kegiatan konservasi penyu di Indonesia,” tutup Adrian.

Puyo Silky Desserts

© TNC

Puyo Silky Desserts

© TNC

Puyo Silky Desserts

© TNC

YKAN

Penulis

YKAN

Informasi Terkait

Kiehls

10 September 2018

Kiehls

CTBC

10 September 2018

CTBC